Seminar “Dari Pertanian Ke Kesehatanâ€
"Apabila anda mulai merasakan nyeri di dada sebelah kiri, menjalar ke leher, rahang kiri, bahu kiri sampai lengan kiri saat anda berjalan, hati-hati itu adalah tanda awal anda terkena penyakit Jantung Koroner"
Ungkapan itu dikemukakan oleh Prof. Dr. dr. A.Purba, M.Si, Ketua Ikatan Ahli Ilmu Faal Indonesia (IAIFI) Bandung saat berbicara dalam seminar "From Agriculture to Health", dengan pemaparan Peran Fisiologi Terhadap Pangan dan Kesehatan serta Metode Mutakhir untuk Pencegahan Penyakit Jantung dan Stroke di Ruang Sidang A, Fakultas Kedokteran Hewan, IPB (3/7).
Seminar yang diselenggarakan oleh Departemen Anatomi Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB dan IAIFI cabang Bogor ini dilatarbelakangi oleh jarangnya interaksi antara fisiologi hewan, tumbuhan dan manusia sekaligus untuk menjalin kesepahaman fisiologi secara umum walaupun lintas disiplin. Hal ini diutarakan oleh Ketua Panitia, drh. Isdoni, M.Biomed.
"Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka persiapan lokakarya pusat pada Agustus nanti di Medan," tambahnya. Seminar yang dibuka langsung oleh Rektor IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. ini diikuti oleh peserta yang berasal dari anggota IAIFI, calon anggota, masyarakat umum yang bergerak di bidang medis, mahasiswa pasca sarjana IPB dan masyarakat umum. Adapun Dr. drh. Agik Suprayogi, Ketua Departemen Anatomi Fisiologi dan Farmakologi berkesempatan menjadi moderator dalam sesi pertama. Dan hadir pula pada kesempatan tersebut, dosen dan mahasiswa FKH IPB.
Seminar yang diteruskan dengan Rapat Kerja ini juga menghadirkan Dr. dr. Setiawan, AIF yang mempresentasikan peran ilmu faal dalam pemanfaatan bahan alam sebagai sumber pangan dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, tantangan ke depan dalam ilmu faal adalah peningkatan ilmu Faal dalam menghubungkan penelitian dasar dan terapan sejalan dengan prinsip Translational Research.
"Adapun fokus permasalahan kesehatan yang perlu ditangani terutama dalam aspek penyakit infeksi dan keganasan sejalan dengan double burden of disease di Indonesia." ujarnya.
Sementara itu dalam sambutannya, Prof. Purba menyampaikan saat ini masyarakat kita lebih senang berobat ke Kuala Lumpur dengan alasan lebih enak dalam hal komunikasi. "Hal ini dikarenakan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dokter Indonesia yang kurang. Inilah akibatnya bila otak kanan tidak dilatih secara optimal. Maka fisiologi dibangun untuk melatih otak kanan dan otak kiri," tambahnya.
Disela-sela acara, dilakukan pemeriksaan kesehatan (kolestrol, asam urat dan gula darah) gratis bagi peserta yang hadir dan pegawai FKH IPB. (zul)
